This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 27 April 2015

Akibat Bekerjasama dengan Jin (edisi Meruqyah Anak Dukun)

"Ayah saya itu bisa menyembuhkan orang sakit, tapi kalau anaknya sakit kenapa ga bisa dia sembuhkan?" ujar Linda, setelah mengadukan sakit yang ia derita dalam beberapa hari terakhir.
setidaknya sudah 1 bulan ibu satu anak yang berprofesi sebagai bidan ini tidak dapat bekerja. hampir saja ia putus asa dengan sakit yang ia derita, sudah bolak-balik rumah sakit ia sambangi, tidak sedikit obat yang ia konsumsi, namun kesembuhan tak juga menghampiri. sampai pengobatan alternatif pun ia jalani, namun masalahnya belum juga teratasi.
ini adalah sebagian kecil akibat dari orangtua yang bekerjasama dengan jin. tak jarang dampaknya berimbas pada anak istri atau suami yang jadi korban kezoliman.
Selain itu ada beberapa kasus anak dukun lainnya yang pernah saya tangani.. meski mampu mengobati orang lain, anehnya ia tidak bisa mengobati 3 anaknya yang ketiganya sakit usus buntu. Malang sekali nasib si anak, karena si ibu tak mau melepas ilmu-ilmunya.
karena itu kebanyakan dari mereka diruqyah tanpa sepengetahuan orangtuanya, jika ketahuan pasti dilarang, sungguh keterlaluan. Entah bagaimana ceritanya, kadang setelah diruqyah ada yang mengaku ayahnya menjadi gelisah, dan bertanya pada anaknya : "Apa yang terjadi, kenapa badan saya sakit semua ini?".
Biasanya anak yang terkena imbas dari anarkisne jin keturunan atau kesyirikan orangtua ini kerap mengalami kesurupan dan akan berhenti kesurupan setelah ia menikah. namun bukan berarti gangguannya hilang begitu saja. gangguan yang pada umumnya dialami
-jauh dari agama
-emosi tidak terkendali
-sakit seolah medis yang tak kunjung sembuh
-dorongan kuat untuk melakukan maksiat
-dihalangi jodohnya
-sering bertengkar dengan pasangan karena hal sepele, mudah cerai
-adanya fenomena bayi hilang dari kandungan
-kadang jin yang diutus untuk "melundunginya" malah jatuh cinta padanya, ditandai dengan sering mimpi berhubungan badan, ketika berbribg seperti ada yang berbaring disebelahnya, mimpi menggendong bayi atau melahirkan biasanya letak gangguan tepat dirahimnya.
Sebagian dukun ada yang sengaja memasukkan jin ke tubuh anaknya dengan cara dimandikan, minun air yang sudah dimantrai, memberikan pusaka/jimat, dengan tatapan, selain itu kadang jin yang berpindah sendiri ke tubuh keturunan.
Astagfirullah..katanya untuk melindungi, nyatanya justru menyakiti. barangkali benar melindungi, melindungi agar ia tidak beribadah, jauh dari Allah, melindungi agar tidak ada yang menikahi, bahkan melindungi agar tidak mask masuk surga.
Karena sesungguhnya sebaik-baik pelindung yang tidak akan mendzolimi hanya Allah..
Hanya kepadaMu kami menyembah, dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan (Q.S al-Fatihah:5)
Mengenai manusia yang bekerja sama dgn jin dan meminta perlindungan dar jin ini bukan dongeng atau kesaksian belaka. tapi fakta dan Allah berfirman:
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Al-Jin: 6).
Imam At-Thabari dalam tafsirnya menyebutkan: Ada penduduk kampung dari bangsa Arab yang menuruni lembah dan menambah dosa mereka dengan meminta perlindungan kepada jin penghuni lembah tersebut, lalu jin itu bertambah berani mengganggu mereka.
Melakukan hubungan dengan jin berpotensi merusak penghambaan kita kepada Allah yaitu terjatuh kepada perbuatan syirik seperti yang dijelaskan oleh ayat tersebut. Ketidakmampuan kita melihat mereka dan kemampuan mereka melihat kita berpotensi menjadikan kita berada pada posisi yang lebih lemah, sehingga jin yang kafir atau pendosa sangat mungkin memperdaya kita agar bermaksiat kepada Allah swt, sehingga ancaman bagi mereka yang bekerjasama dengan jin adalah neraka selamanya.
"Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): "Hai golongan jin, Sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia", lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: "Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya sebahagian daripada Kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan Kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami". Allah berfirman: "Neraka Itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)". Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui. (Qs. Al-An’am)
dan bantuan yang diberikan jin tidaklah gratis.
Bagaimana berhubungan dengan jin yang mengaku muslim? Kita tetap tidak dapat memastikan kebenaran pengakuannya karena kita tidak dapat melihat apalagi menyelidiki nya. kecuali jinnya punya KTP, tapi sayangnya kolom agama d KTP pun mau dihapuskan. qhi qhi..
Bila jin tersebut muslim sekalipun, bukan menjadi jaminan bahwa ia adalah jin muslim yang baik dan taat kepada Allah.
Di samping itu, tidak ada manusia yang dapat menundukkan jin sepenuhnya (taat sepenuhnya tanpa syarat) selain Nabi Sulaiman as dengan doanya:
Sulaiman berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi”. (Shad (38): 35).
Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada orang memiliki kemampuan seperti yang Allah anugerahkan pada Nabi Sulaiman, karena itu adalah mukjizat. Maka berhubungan dengan jin tidak mungkin dilakukan kecuali apabila jin itu menghendakinya, dan jin bersedia apabila manusia memenuhi syarat-syarat tertentu.
Syarat-syarat ini dapat dipastikan secara bertahap akan menggiring manusia jatuh kepada kemaksiatan, bahkan mungkin kemusyrikan dan kekufuran yang mengeluarkannya dari ajaran Islam, tidak jarang keluarga pun jadi korban. itulah sebab adanya istilah jin keturunan. karena ketika diminta bantuan baik untuk tenaga dalam, ilmu pengobatan, perlindungan jin akan terus mengikutinya hingga beranak pinak dan menempel di tubuh keluarganya hingga anak cucunya yang tidak tahu apa-apa. a'uzubillahi minzaliq..
Solusinya, lakukan ruqyah syar'iyyah. tentu saja tidak langsung diruqyah, jika belum tazkiyyah dan tausiah untuk memastikan ia tidak menyimpan pusaka yang diwariskan dan jimat-jimat, jika ada hancurkan.
Ajak ia bertaubat, membenci praktek perdukunan orangtuanya Karena itu selemah-lemahnya iman. hilangkan kezolimannya (dandam, maksiat, salah belum minta maaf, dll), bimbingan mngucapkan ikrar pemutus hubungan dan perjanjian dgn jin. Jika tidak reaksinya sangat prontal. terapi dgn cara tepat.
clousing tausiah pasca ruqyah ajari ruqyah mandiri, tausiah lagi agar menghidupkan sunah, menghindari sifat2 syaitan (makan dan minum tangan kiri, tidur tengkurap, dan mubajir) , berkumpul dengan orang soleh, jangan mendengarkan musik minimal selama 60 hari. tp dengarkan MP3 al Qur'an saat akan tidur, setelah solat subuh, dan setelah asar. selanjutnya lakukan sesuai kebutuhan dgn mempertimbangkan keadaan di lapangan , kondisi pasien, dan kemampuan.
Wallahu'alam.
Referensi:
1. Silsilah Aqidah oleh Umar Sulaiman Al Asyqar
2. Al ‘Aqaid Al-Islamiyah oleh Abdurrahman Hasan Habannakah
3. Tafsir At-Thabari.
4. Penglaman di lapangan.



Ingat Bencana dari Allah

Dari jarir bin Abdullah ra,berkata "Aku mendengar Rosululloh saw bersabda "Tiadaklah seseorang berada di suatu kaum dan ia berbuat maksiat,tetapi meraka tidak mengubahnya padahal mereka mampu merubahnya,kecuali Alloh akan menimpakan kepada mereka bencana kepada mereka sebelum mereka mati (HR Abu daud,ibnu majah,ibnu hibban,al-ashbani-At Taghrib)

#KetikaIslamBerjaya

Ketika kita berjaya...

Surat dari Kaisar Romawi kepada Mu'awiyah: "Kami mengetahui apa yang terjadi antara kalian dengan Ali bin Abi Tholib, dan menurut kami, kalian-lah yang lebih berhak menjadi khalifah dibanding dia (Ali bin Abi Thalib). Kalau kamu mau, akan kami kirimkan pasukan untuk membawakan kepadamu kepala Ali bin Abi Thalib."
Mu'awiyah menjawab surat tersebut: "Dari Muawiyah kepada Hercules (Hiroql): 'Apa urusanmu ikut campur urusan dua saudara yang sedang berselisih? Kalau kamu tidak diam, akan aku kirimkan pasukan kepadamu, pasukan, yang mana bagian terdepan berada di tempatmu dan yang terakhir berada ditempatku ini, yang akan memenggal kepalamu dan membawakannya kepadaku, dan akan aku serahkan ke Ali.'"
Ketika kita berjaya...
Khalid bin Walid mengirim surat kepada Kaisar Persia: "Peluklah agama Islam maka kalian akan selamat, atau akan aku kirimkan kepadamu pemuda yang cinta kematian sebagaimana kalian yang cinta dunia."
Ketika membaca surat tersebut, Kaisar menyurati Raja Cina dan memohon bantuan darinya, maka Raja Cina menjawab surat tersebut: "Wahai Kaisar, aku tak sanggup menghadapi kaum yang andaikata mereka ingin memindahkan gunung, maka akan dipindah gunung tersebut."
Ketika kita berjaya...
Di era pemerintahan Utsmaniyyah (Othoman), ketika kapal-kapal Utsmaniyyah melintasi pelabuhan Eropa, gereja-gereja berhenti membunyikan lonceng mereka karena takut dengan kaum Muslimin, mereka takut kota mereka ditaklukkan kaum Muslimin.
Ketika kita berjaya...
Dikisahkan pada zaman dahulu, seorang pendeta Italia berdiri di salah satu lapangan di sebuah kota disana, dalam pidatonya ia mengatakan: "Sangat disayangkan sekali kami melihat pemuda kaum nasrani mulai meniru kaum Muslimin Arab dalam gaya berpakaian mereka, gaya hidup mereka, dan cara berpikir mereka, sampai-sampai bila ada yang ingin berbangga dihadapan pasangannya, ia mengatakan kepada pasangannya 'uhibbuki' dengan menggunakan bahasa Arab, dia ingin menunjukkan kepada pasangannya betapa gaulnya ia dan betapa terpelajarnya dirinya karena mampu berbicara bahasa Arab."
Ketika kita berjaya...
Pada era pemerintahan Utsmaniyyah, di depan setiap rumah terdapat dua buah palu, palu kecil dan palu besar, ketika diketuk palu yang besar, semua yang di dalam rumah mengerti bahwa yang mengetuk adalah seorang lelaki, maka salah seorang lelaki pula-lah yang membukakan pintu. Dan ketika diketuk palu yang kecil, semua yang di dalam rumah mengerti bahwa yang mengetuk adalah seorang wanita, maka salah seorang wanita-lah yang membukakan pintu. Dan ketika di dalam rumah ada yang sakit, digantung bunga merah, yang dengan itu para tamu kalau di dalamnya terdapat orang sakit dan dengan itu tidak menimbulkan suara yang mengganggu orang sakit tersebut.
Ketika kita berjaya...
Pada malam peperangan Haththin, di mana ketika itu kaum Muslimin merebut kembali Baitul Maqdis dan mengalahkan kaum salibis, komandan perang Sholahuddin Al-Ayyubi berpatroli memeriksa kondisi kemah pasukannya, ia mendengar salah satu tenda para pasukannya sedang qiyamullail dan sholat malam, dan tenda lainnya sedang berdzikir kepada Allah, dan tenda lainnya sedang dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur'an, sampai suatu saat ia melewati tenda yang mana para pasukan di dalamnya sedang tertidur lelap, lalu ia mengatakan kepada orang-orang yang bersamanya: "Melalui pasukan ini kita akan kalah...!"
Yaa Allah, jadikanlah kaum muslimin bersatu dan kembalikanlah kejayaan Islam...
Oleh: Ustadz Abu saad

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More